Groundbreaking RS Bumi Jayanti di Palabuhanratu, 101 Kamar Disiapkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan Sukabumi Selatan
Kabar24.sbs | SUKABUMI
Pembangunan *Rumah Sakit Bumi Jayanti* resmi dimulai melalui prosesi groundbreaking di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (20/9/2026). Fasilitas baru ini diharapkan memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya wilayah Sukabumi Selatan.
Prosesi berlangsung khidmat dan penuh optimisme, dihadiri unsur pemerintah, legislatif, tenaga kesehatan, pengusaha, kontraktor, dan tamu undangan.
Owner RS Bumi Jayanti, *Darnely Guril*, menegaskan pembangunan rumah sakit tidak semata orientasi investasi, tapi harus memberi manfaat luas.
“Keberadaan rumah sakit ini harus memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas,” ujarnya.
Ia berharap RS Bumi Jayanti tidak hanya menjadi tempat pengobatan, tetapi juga berperan dalam edukasi dan pencegahan masalah kesehatan.
*101 Kamar, Ada ICU, NICU, dan Layanan BPJS*
RS Bumi Jayanti dirancang memiliki *101 kamar* dengan fasilitas *ICU, NICU, ruang isolasi*, serta kamar untuk peserta *BPJS*. Darnely berkomitmen agar layanan BPJS tersedia sehingga masyarakat punya lebih banyak pilihan akses kesehatan.
Anggota Komisi VII DPR RI, *Iman Adinugraha*, menilai investasi swasta di bidang kesehatan penting untuk memperkuat infrastruktur layanan publik.
"Pemerintah tidak dapat membangun seluruh fasilitas pelayanan masyarakat secara mandiri. Karena itu, keterlibatan dunia usaha dinilai dapat membantu memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan," katanya.
Selain layanan medis, pembangunan rumah sakit diharapkan membuka lapangan kerja dan memberikan kontribusi melalui program CSR.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, *Masykur Alawi*, menyambut baik tambahan fasilitas ini.
“Dengan bertambahnya fasilitas kesehatan, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk mendapatkan pelayanan,” katanya.
*Tahan Gempa dan Target Operasi 17 Agustus 2027*
Perwakilan kontraktor *PT Putra Bumi Bahana, Mustofa Kamal Aziz*, menjelaskan konstruksi dirancang memperhatikan kondisi geografis dan risiko bencana.
"Bangunan rumah sakit direncanakan memiliki empat lantai dengan konstruksi bore pile yang mengacu pada standar SNI. Struktur bangunan juga diperkuat untuk menghadapi potensi gempa maupun kondisi kebencanaan lainnya," jelasnya.
Rumah sakit juga akan dilengkapi sistem pengelolaan limbah medis dan IPAL.
"Pembangunan RS Bumi Jayanti ditargetkan selesai dan mulai beroperasi pada 17 Agustus 2027," pungkasnya. (Ateu/ellah)

