113 Siswa SDN Cikadu Sukabumi Menanti Sekolah Baru, Wali Murid Ikut Mengawal Pembangunan
Kabar24.sbs | Sukabumi
Revitalisasi SDN Cikadu di Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi momentum baru dalam upaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih layak bagi generasi penerus.
Program Bantuan Pemerintah Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 tersebut tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik sekolah. Prosesnya juga mempertemukan semangat gotong royong antara pihak sekolah, wali murid, dan masyarakat dalam mengawal pembangunan fasilitas pendidikan.
SDN Cikadu yang telah berdiri sejak sekitar 1975 kini tengah direvitalisasi melalui anggaran APBN sebesar Rp802.126.697. Sebanyak tujuh bagian bangunan menjadi sasaran penanganan, terdiri atas empat ruang kelas, satu ruang administrasi, satu ruang perpustakaan, dan satu unit toilet.
Bagi warga sekolah, pembangunan tersebut menjadi harapan baru untuk menghadirkan sarana pendidikan yang lebih aman, nyaman, dan representatif bagi para siswa.
Wali Murid dan Alumni Sambut Revitalisasi
Salah seorang wali murid sekaligus alumni SDN Cikadu, Dede Nurwandi, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya program revitalisasi tersebut.
Menurutnya, pembangunan yang sedang berlangsung memiliki arti khusus karena SDN Cikadu bukan hanya menjadi tempat anak-anaknya menempuh pendidikan, tetapi juga bagian dari perjalanan hidupnya.
“Alhamdulillah, bantuan revitalisasi ini sangat membantu. Sekolah yang sebelumnya kurang layak sekarang dibangun menjadi lebih baik dan permanen. Sebagai wali murid dan juga alumni, tentu kami sangat bersyukur,” ujar Dede, Sabtu (12/9/2026).
Rasa syukur tersebut diwujudkan melalui keterlibatan para wali murid dalam proses pembangunan. Mereka bergotong royong secara bergiliran untuk membantu sekaligus mengawasi pekerjaan revitalisasi.
Sekitar 25 orang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan. Tiga orang di antaranya menjalankan tugas sebagai tukang sekaligus pengarah teknis di lapangan, sedangkan wali murid lainnya bekerja secara bergantian melalui sistem rolling setiap pekan.
Seluruh pekerja juga telah mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
“Wali murid terlibat. Sistemnya rolling, setiap minggu bergantian. Jadi kami tidak hanya melihat hasil akhirnya, tetapi ikut mengawal proses pembangunan dari awal,” kata Dede.
Pembangunan Capai 40 Persen
Pekerjaan revitalisasi SDN Cikadu ditargetkan selesai dalam waktu 119 hari kalender. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 40 persen.
Dalam proses pembangunan, sejumlah komponen material turut menjadi perhatian bersama. Baja ringan dan genteng yang digunakan dipastikan mengikuti ketentuan teknis program.
Dokumen pendukung, seperti sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI), ISO, serta profil perusahaan penyedia material, tersedia sebagai bagian dari persyaratan pekerjaan.
“Karena program ini memiliki petunjuk teknis, material yang digunakan harus memenuhi standar. Untuk baja ringan dan genteng, sertifikat SNI dan dokumen perusahaan juga kami pastikan tersedia,” ungkap Dede.
Pengawasan bersama tersebut menjadi bagian dari komitmen agar revitalisasi tidak hanya menghasilkan bangunan baru secara fisik. Kualitas dan keamanan bangunan juga diharapkan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Pendidikan Tetap Berjalan di Tengah Revitalisasi
Di tengah pembangunan yang berlangsung, kegiatan belajar mengajar di SDN Cikadu tetap dilaksanakan.
Sebanyak 113 siswa untuk sementara menjalani kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan sejumlah ruangan di pesantren yang berada tidak jauh dari lokasi sekolah. Langkah itu dilakukan agar proses pendidikan tidak terhenti selama ruang sekolah direvitalisasi.
“Jangan sampai kegiatan belajar anak-anak berhenti karena pembangunan. Untuk sementara, anak-anak belajar di ruangan pesantren yang berada di sekitar sekolah,” ujar Dede.
Kepala SDN Cikadu, Imas Maswaty, mengatakan revitalisasi tersebut menjadi momentum penting bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas lingkungan belajar.
Menurutnya, pihak sekolah terus melakukan koordinasi dengan panitia pembangunan agar seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana dan kebutuhan pendidikan.
“Kami berharap seluruh proses revitalisasi berjalan lancar sehingga fasilitas yang dibangun benar-benar dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar siswa,” kata Imas.
SDN Cikadu saat ini memiliki tujuh guru yang melayani 113 siswa. Dengan jumlah peserta didik tersebut, keberadaan ruang belajar yang layak menjadi kebutuhan penting untuk mendukung kegiatan pendidikan.
Gotong Royong untuk Generasi Sukabumi
Revitalisasi SDN Cikadu menjadi lebih dari sekadar program pembangunan. Kegiatan tersebut menghadirkan semangat kebersamaan antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menyiapkan fasilitas pendidikan bagi generasi mendatang.
Bagi Dede, pembangunan sekolah yang pernah menjadi tempatnya menimba ilmu memiliki makna tersendiri. Kini, sebagai wali murid dan alumni, ia ikut menyaksikan sekaligus mengawal perubahan sekolah tersebut.
“Kami sebagai wali murid tentu berharap hasilnya bagus. Kalau sekolahnya nyaman dan bangunannya aman, anak-anak juga lebih tenang belajar,” tuturnya.
Melalui revitalisasi yang sedang dikerjakan, SDN Cikadu diharapkan memiliki wajah baru dengan fasilitas yang lebih layak. Bangunan tersebut nantinya tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan belajar, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi generasi Sukabumi di masa depan.
Semangat gotong royong yang menyertai revitalisasi ini menjadi bagian penting dari perjalanan pembangunan pendidikan di Kabupaten Sukabumi. Ketika pemerintah menghadirkan dukungan melalui program revitalisasi, sekolah dan masyarakat ikut mengambil peran untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Ateu Ellah

