BREAKING NEWS

Indonesia Pelajari Model Factory Turki untuk Perkuat Balai Pelatihan Vokasi


KABAR 24 ■ JAKARTA — Indonesia dan Turki menyepakati Joint Action Plan (JAP) 2026–2027 untuk memperkuat kerja sama di bidang ketenagakerjaan, termasuk pengembangan kebijakan pasar kerja, digitalisasi layanan ketenagakerjaan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta pelatihan vokasi.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan The First Joint Working Commission (JWC) di Jakarta, Jumat (24/7), yang dihadiri Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli dan Menteri Perburuhan dan Jaminan Sosial Turki Vedat Işıkhan.

Pertemuan itu ditandai dengan penandatanganan Protocol of the First Joint Working Commission, sebagai implementasi dari nota kesepahaman (MoU) kerja sama ketenagakerjaan yang ditandatangani kedua negara di Baku, Azerbaijan, pada November 2023.

Yassierli mengatakan kerja sama tersebut bertujuan memperkuat hubungan bilateral sekaligus mendukung terciptanya pasar kerja yang lebih inklusif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan global.

Salah satu fokus kerja sama adalah rencana Indonesia mempelajari Model Factory yang dikembangkan Turki untuk mendukung transformasi Balai Pelatihan Vokasi. Model tersebut mengintegrasikan pelatihan tenaga kerja dengan layanan konsultasi bagi usaha kecil dan menengah (UKM) melalui penerapan prinsip lean production guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Menurut Yassierli, Indonesia mengusulkan program berbagi pengetahuan dan pengembangan kapasitas agar balai pelatihan vokasi dapat berfungsi tidak hanya sebagai pusat pengembangan kompetensi tenaga kerja, tetapi juga sebagai pendamping transformasi industri dan UKM. (Sri Lestari)