Pengamat Kritik Kunjungan Dedi Mulyadi ke NTT, Soroti Potensi Pencitraan
Font Terkecil
Font Terbesar
BANDUNG, 22 Agustus (KABAR24.sbs) - Pengamat politik Dedi Kurniansyah menilai kunjungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke Nusa Tenggara Timur untuk memberikan bantuan kepada korban bencana merupakan langkah positif, namun mempertanyakan efektivitas kehadiran langsung kepala daerah tersebut serta menilai aktivitas itu berpotensi menjadi pencitraan politik.
Dedi Kurniansyah, yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), mengatakan bantuan kepada korban bencana merupakan tindakan yang baik, tetapi menurutnya publik juga perlu melihat aspek penggunaan sumber daya dan publikasi kegiatan tersebut.
“Memberi bantuan itu baik, yang buruk adalah muatan pencitraan dan hal yang kurang perlu,” kata Dedi Kurniansyah saat dikonfirmasi, pada Sabtu.
Dedi Mulyadi mengunjungi Nusa Tenggara Timur untuk memberikan bantuan kepada korban bencana dan mengunggah sejumlah aktivitasnya selama berada di wilayah tersebut melalui akun media sosial pribadinya.
Menurut Dedi Kurniansyah, kunjungan tersebut berpotensi digunakan untuk membangun citra politik, terutama karena Dedi Mulyadi aktif memanfaatkan media sosial dalam menyampaikan aktivitasnya kepada publik.
Ia juga mempertanyakan efisiensi biaya yang dikeluarkan untuk perjalanan dan kehadiran rombongan dibandingkan dengan nilai bantuan yang diberikan.
“Pembiayaan di luar nilai bantuan juga pasti turut besar,” katanya.
Dedi Kurniansyah mengatakan Dedi Mulyadi dapat kehilangan momentum untuk membangun citra populis apabila tidak hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut.
Ia membandingkan pendekatan itu dengan kepala daerah lain yang memberikan bantuan tanpa menjadikan kegiatan tersebut sebagai bagian dari komunikasi politik populis.
Ia juga menilai aktivitas Dedi Mulyadi di media sosial menunjukkan kecenderungan seorang figur publik yang membutuhkan perhatian dan simpati masyarakat.
Namun, pernyataan tersebut merupakan penilaian politik Dedi Kurniansyah dan bukan hasil temuan resmi mengenai penggunaan kunjungan tersebut untuk kepentingan politik.
Dedi Kurniansyah juga menyoroti persoalan di Jawa Barat, termasuk tingkat kemiskinan, yang menurutnya masih membutuhkan perhatian pemerintah daerah.
Ia mengatakan pemerintah Jawa Barat seharusnya memastikan persoalan domestik di provinsi tersebut tetap menjadi prioritas di tengah aktivitas gubernur di luar daerah.
Dedi Mulyadi belum memberikan tanggapan atas kritik tersebut dalam materi yang tersedia. (Pipit)
