Tingkat Konsumsi Ikan Masih Rendah, Pemkab Karanganyar Tancap Gas Kampanyekan Gemarikan di Desa Wonorejo
Font Terkecil
Font Terbesar
KABAR 24 ■ KARANGANYAR — Pemerintah Kabupaten Karanganyar terus bergerak cepat memacu angka konsumsi ikan masyarakat yang saat ini masih tergolong memprihatinkan. Berdasarkan data Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Karanganyar, tingkat konsumsi ikan daerah tersebut baru menyentuh angka 14 kilogram per kapita per tahun. Capaian tersebut menempatkan Karanganyar di urutan keempat terendah dari bawah se-Provinsi Jawa Tengah.
Menanggapi kondisi ini, Pemkab Karanganyar menggelar Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan yang dipusatkan di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso. Kegiatan ini menyasar langsung balita penderita stunting serta kader PKK yang menjadi benteng utama ketahanan pangan keluarga.
Kepala Dispertan PP Kabupaten Karanganyar, Feriana Dwi Kurniawati, menjelaskan bahwa intervensi difokuskan pada desa-desa lokasi fokus stunting mengingat keterbatasan anggaran daerah. Ia membeberkan bahwa tingkat konsumsi ikan Karanganyar masih tertinggal dibandingkan rata-rata Jawa Tengah yang sudah mencapai 16 kilogram, apalagi jika disandingkan dengan angka nasional.
"Konsumsi ikan masyarakat kita baru 14 kg per kapita per tahun, sementara rata-rata Jawa Tengah sudah 16 kg dan nasional jauh di atasnya. Melalui program ini, kami membagikan 100 paket olahan ikan dari APBD serta 100 paket budidaya ikan dalam terpal bundar hasil kolaborasi dengan Bank Indonesia. Paket bantuan APBD diisi oleh berbagai makanan olahan bernutrisi seperti nugget ikan, bakso ikan, dan lele frozen, " terang Feriana di lokasi acara, Senin (27/7).
Sementara itu, bantuan kolaborasi Bank Indonesia mencakup 100 unit terpal bundar, 8.000 ekor bibit ikan lele, 800 kilogram pakan lele, hingga 300 polybag bibit cabai. Langkah ini ditujukan untuk mendukung pengendalian inflasi pangan dan mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan. Bantuan disalurkan secara proporsional kepada kader PKK dan keluarga balita penderita stunting di Desa Wonorejo.
Guna memastikan keberlanjutan program, hasil budidaya ikan lele dan pemanfaatan pekarangan ini akan dilombakan tiga bulan mendatang setelah masa panen. Penilaian lomba ditangani langsung oleh TP PKK Kabupaten Karanganyar bersama Pokja III dengan apresiasi hadiah menarik dari Bank Indonesia.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Karanganyar Rober Christanto bersama Ketua TP PKK Kabupaten Karanganyar Farida Rober Christanto. Bupati mengapresiasi langkah strategis ini dan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka stunting melalui pemanfaatan pangan lokal berkualitas tinggi.
Bupati menegaskan bahwa pemenuhan gizi seimbang melalui konsumsi ikan adalah kunci utama mencetak generasi Karanganyar yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para ibu, untuk terus mengkreasikan olahan ikan agar semakin digemari oleh anak-anak demi mewujudkan Karanganyar bebas stunting.
"Ikan merupakan sumber protein tinggi yang sangat dibutuhkan dalam masa pertumbuhan anak. Melalui gerakan Gemarikan ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para ibu, untuk mengkreasikan olahan ikan agar digemari anak-anak. Gotong royong ini komitmen kita bersama menuju Karanganyar bebas stunting," pungkas Bupati. (hrs)
